Kejahatan Perang (War Crime)

Standar

# Beberapa intisari pemikiran Grotius dalam “De Jure Belle Ac Pacis Libri Tres” 1625.

# Dalam Statuta Roma 1998 (Pasal 8)
1. Grave Breaches (Pasal 50 Konvensi Jenewa I) = mempunyai kewenangan untuk mengadili.
2. Serious Violation to the law and custom of law
– terhadap orang
Menyerang penduduk sipil, menyerang bantuan kemanusiaan, menyerang/membunuh kombatan yang sudah menyerah, melakukan mutilasi, percobaan biologis yang membahayakan atau menyebabkan kematian, mempergunakan senjata beracun, mempergunakan gas cekik, melakukan perkosaan, perbudakan sexsual, memaksa seorang tawanan untuk ikut berperang melawan negaranya sendiri, menjatuhkan harga diri dan kehormatan seorang tawanan.

– terhadap benda
Menghancurkan fasilitas sipil, menghancurkan atau membombardir kota, desa, tempat tinggal yang bukan merupakan objek militer, menyerang objek-objek yang dilindungi atau mempunyai nilai sejarah, menyerang tempat ibadah, menyerang rumah sakit atau tempat penampungan orang-orang sakit dan terluka.

* Dalam Statuta ICTY (Pasal 3)
1. Mempergunkan senjata-senjata beracun atau senjata lain yang dapat menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.
2. Penghancuran kota atau pedesaan yang tidak dikarenakan tujuan militer.
3. Penghancuran atau pembombardiran objek sipil yang dipertahankan seperti kota, desa, tempat tinggal dan gedung-gedung.
4. Menghancurkan bangunan-bangunan penting dan bersejarah.
5. Mengambil alih fasilitas publik atau fasilitas pribadi.

3. Pelanggaran Serius terhadap Pasal 3 Konvensi Jenewa
Meliputi beberapa tindakan:
a) Membahayakan nyawa seseorang, melakukan pembunuhan termasuk dengan semua cara, mutilasi, penyiksaan dan perawatan yang semena-mena.
b) Melakukan tindakan yang menjatuhkan kehormatan dan harga diri seseorang termasuk tindakan mempermalukan seseorang.
c) Mengambil sandera.
d) Melakukan eksekusi tanpa pengadilan yang layak.

4. Pelanggaran Serius terhadap Hukum dan Kebiasaan pada Konflik Non Internasional
– Terhadap Orang
Menyerang penduduk sipil, memaksa anak-anak dibawah umur untuk mengangkat senjata (ikut berperang), menyerang/membunuh kombatan yang sudah menyerah.

– Terhadap Benda
Menghancurkan fasilitas sipil

# Mekanisme Penegakkan Hukum Humaniter Internasional
– Mekanisme menurut Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan 1977 –> Pasal 1, 49 (1) dan Pasal 87 (Protokol)
– Mahkamah Ad Hoc Kejahatan Perang –> Mahkamah Tokyo, Mahkamah Nurenberg, ICTY, ICTR
– Mahkamah Pindana Internasional (ICC)

# Prinsip Complementary ICC
yang berhak untuk menghukum para pelanggar HAM oleh negara itu sendiri yang mempunyai yurisdiksi, bahwa ICC adalah sebagai pelengkap dari dari Pengadilan Internasional (ICJ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s